IKATAN DAN UNSUR KIMIA
Pengertian Ikatan Kimia dan Unsur Kimia
Ikatan kimia ialah ikatan antar atom
yang bergabung dalam membentuk molekul dari dua atom atau lebih dalam upaya
mencapai kestabilan.Unsur-unsur lain yang susunan elektronnya tidak stabil cenderung
mencapai kestabilan seperti yang di miliki gas mulia dengan cara melepaskan
elektron atau menerima elektron, sehingga atom-atom tersebut saling berikatan.
Ada juga atom-atom yang menggunakan pasangan elektron untuk di pakai
bersama.Kestabilan akan terjadi bila suatu unsur sudah mencapai oktet.
Unsur kimia ialah suatu zat kimia
yang hanya memiliki satu jenis atom dan tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi
lebih kecil. Atom merupakan partikel terkecil dari unsur, dan didalam atom
terdiri atas nukleus (inti atom) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri
dari proton yang bermuatan positif (+) dan neutron yang bermuatan negatif (-). Unsur
kimia dalam sistem periodik berdasarkan
sifatnya unsur dikelompokkan kedalam tiga bagian yaitu unsur logam, unsur non
logam dan semi logam
Jenis-Jenis Ikatan
Kimia
1.
Ikatan Ion
Ikatan ion adalah suatu
ikatan yang terjadi karena adanya muatan yang besarannya sama namun memiliki
muatan yang berlainan tanda. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk sebagai
akibat adanya gaya tarik menarik antara ion positif yang terbentuk karena unsur
logam dan negatif yang terbentuk karena
unsur nonlogam. Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam
sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur nonlogam.
2.
Ikatan
Kovalen
Ikatan kovalen adalah ikatan
pasangan elektron yang dipakai secara bersama oleh dua atom yang berikatan.
Ikatan ini terjadi akibat salah satu atom tidak mampu berikatan untuk melepaskan elektron. Dalam
pembentukannya, masing-masing atom mempunyai orbital pada kulit terluar yang
berisi elektron tunggal, dan kedua orbtial tersebut saling tumpang-tindih
(overlap) sehingga sebuah pasangan elektron terbentuk. Kemudian dipakai secara
bersama oleh kedua atom. Ikatan kovalen terbentuk oleh sesama unsur non logam.
A. Berdasarkan jumlah pasangan
elektronnya, ikatan kovalen dibagi menjadi :
·
Ikatan kovalen tunggal, adalah ikatan kovalen
yang menggunakan satu pasang elektron.
·
Ikatan kovalen rangkap dua, adalah ikatan
kovalen yang menggunakan dua pasang elektron.
·
Ikatan kovalen rangkap tiga, adalah ikatan
kovalen yang menggunakan tiga pasang elektron.
B. Berdasarkan kepolarannya, ikatan kovalen dibagi menjadi :
·
Ikatan kovalen polar, terjadi antara dua atom
dengan keelektronegatifan berdeda (unsur yang berbeda).
·
Ikatan kovalen nonpolar, terjadi antara dua atom
dengan keelektronegatifan sama (unsur yang sama).
3. Ikatan Logam
Ikatan logam adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya
gara tarik menarik yang terjadi antara muatan positif dari ion-ion logam dengan
muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak.Logam bersifat
elektropositif sehingga melepaskan elektron karena memiliki sedikit elektron
valensi. Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar terdapat banyak
tempat kosong, sehingga elektron dapat berpindah dari satu atom ke atom lain.
Mobilitas elektron dalam logam
sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu
suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada satu
atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari satu atom ke atom lain.
Elektron-elektron valensi tersebut berbaur membentuk awan elektron yang
menyelimuti ion-ion positif logam.
Sifat-sifat logam tidak bisa dimasukkan kedalam kriteria
ikatan seperti ikatan kovalen maupun ikatan ion. Senyawa ionik tidak bisa
mengantarkan listrik pada fase padatan, dan senyawa ionik sifatnya rapuh (berlawanan
dengan sifat logam). Atom dari senyawa logam hanya mengandung satu sampai tiga
elektron valensi. Dengan demikian atom tersebut tidak dapat membentuk ikatan
kovalen. Senyawa kovalen adalah penghantar listrik yang buruk dan umumnya
berupa cairan. Dengan demikian, logam membentuk model ikatan yang berbeda (Bifar, 2019) .
4. Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen adalah gaya tarik antar-molekul yang terjadi antara atom
hidrogen yang terikat dengan atom sangat elektronegatif seperti atom H dan pasangan
elektron bebas dari atom yang sangat elektronegatif seperti F, O, N, dan Cl.
Hidrogen merupakan unsur bukan logam yang memiliki keelektronegatifan relatif
kecil. Ketika hidrogen berikatan dengan unsur yang sangat elektronegatid maka
pasangan elektron yang dipakai bersama akan lebih tertarik ke unsur
tersebut,sehingga muatan agak negatif, dan hidrogen akan lebih positif.Dalam
keadaan tersebutlah hidrogen dapat membentuk ikatan tambahan dengan atom
elektronegatif lain yang berada di dekatnya. Ikatan tambahan inilah yang
disebut sebagai ikatan hidrogen.
Faktor Geometri yang Menentukan
Ikatan dan Unsur
1. Jari - Jari Atom
Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit terluar. Bagi
unsur-unsur yang segolongan, jari-jari atom makin ke bawah makin besar sebab
jumlah kulit yang dimiliki atom makin banyak, sehingga kulit terluar makin jauh
dari inti atom. Unsur-unsur yang seperiode memiliki jumlah kulit yang sama.
Akan tetapi, tidaklah berarti mereka memiliki jari-jari atom yang sama pula.
Semakin ke kanan letak unsur, proton dan elektron yang dimiliki makin banyak,
sehingga tarik-menarik inti dengan elektron makin kuat. Akibatnya,
elektron-elektron terluar tertarik lebih dekat ke arah inti. Jadi, bagi
unsur-unsur yang seperiode, jari-jari atom makin ke kanan makin kecil.
Terdapat beberapa jenis jari-jari atom yang dipakai untuk menyatakan jarak dari inti atom ke lintasan stabil yang paling luar dari elektronnya, di antaranya yaitu(Murjana, 2019) :
Terdapat beberapa jenis jari-jari atom yang dipakai untuk menyatakan jarak dari inti atom ke lintasan stabil yang paling luar dari elektronnya, di antaranya yaitu
A.
Jari – Jari Logam
Jari-jari
atom diukur memakai jari-jari logam untuk elemen-elemen yang termasuk pada
elemen-elemen logam. Jari-jari logam yaitu setengah jarak dari jarak
internuklir terdekat dari atom-atom dalam kristal logam.
B.
Jari – Jari Kovalen
Jari-jari atom diukur
memakai jari-jari kovalen untuk elemen-elemen yang mempunyai jenis ikatan
kovalen. Pada umumnya elemen-elemen ini merupakan elemen-elemen non-logam.
Secara teknis jarak yang diukur yaitu setengah dari jarak internuklir antara
dua atom bertetangga terdekat dalam kisi kristal. Jari-jari kovalen untuk
elemen-elemen yang tidak bisa berikatan bisa diperkirakan dengan cara melakukan
kombinasi jari-jari dari elemen-elemen yang bisa berikatan pada molekul untuk
atom yang berbeda atau tak sama.
2. Jari – Jari Ionik
Ion tunggal terbentuk
karena sebuah atom netral melepas atau menerima elektron. Pelepasan elektron
menghasilkan ion positif (kation), dan penyerapan elektron menghasilkan ion
negatif (anion). Meskipun berasal dari sebuah atom netral, pelepasan atau
penyerapan elektron ternyata berpengaruh kepada ukuran jari – jari ion. Ion
memiliki jari – jari yang berbeda secara signifikan dengan jari – jari atom
netralnya. Hal itu bisa terjadi karena penambahan atau pengurangan elektron di
kulit terluar turut mengubah jumlah kulit atom. Ion positif memiliki jari –
jari lebih kecil dari atom netral, dan ion negatif memiliki jari – jari lebih
besar dari atom netral.
Ketika sebuah atom netral melepas sebuah elektron dari kulit terluar, maka jumlah kulit atomnya akan berkurang sehingga jari – jari ion yang terbentuk juga lebih kecil dibandingkan jari – jari atom netralnya,begitu juga sebaliknya(Edutafsi, 2017) .
Ketika sebuah atom netral melepas sebuah elektron dari kulit terluar, maka jumlah kulit atomnya akan berkurang sehingga jari – jari ion yang terbentuk juga lebih kecil dibandingkan jari – jari atom netralnya,begitu juga sebaliknya
Entalpi Kisi
Walaupun kestabilan kristal
dalam suhu dan tekanan tetap bergantung pada perubahan energi bebas Gibbs
pembentukan kristal dari ion-ion penyusunnya, kestabilan suatu kristal
ditentukan sebagian besar oleh perubahan entalpinya saja. Hal ini disebabkan oleh sangat eksotermnya
pembentukan kisi, dan suku entropinya sangat kecil. Entalpi kisi (∆HL),
didefinisikan sebagai perubahan entalpi standar reaksi dekomposisi kristal
ionik menjadi ion-ion gasnya (s adalah solid, g adalah gas and L adalah kisi
(lattice)).
MX(s) → M+(g) + X- (g) ∆HL
Entalpi kisi secara
tidak langsung dihitung dari nilai perubahan entalpi dalam tiap tahap menggunakan
siklus Born-Haber.
![]() |
| Sumber : alkafyouone.wordpress.com |
Siklus Born-Haber
menampilkan secara grafik proses pembentukan senyawa ionik dari unsur-unsurnya.
Dalam diagram siklus Born-Haber terdapat panah yang mengarah ke atas dan ke
bawah. Arah panah yang mengarah ke atas menunjukkan reaksi endoterm, sedangkan
arah panah yang mengarah ke bawah menunjukkan reaksi eksoterm.
Tetapan Madelung
Struktur Kristal Logam
Pada saat logam membeku dari bentuk cair ke
padat, atom mengatur dirinya dalam baris – baris yang rapi, sebuah susunan yang
disebut space lattice. Space lattice dari kristal telah dapat ditentukan untuk
logam-logam yang berbeda.
Kebanyakan bahan logam
mempunyai tiga struktur kristal (Ahmad, 2018) :
·
Kubus berpusat muka (face centered cubic).
·
Kubus berpusat badan (body centered cubic).
·
Heksagonal tumpukan padat (hexagonal close packed).
A.
Face Cetered
Cubic (FCC)
Sel satuan FCC mempunyai empat (4)
buah atom, yang diperoleh dari jumlah delapan seperdelapan-atom pada delapan
titik sudutnya plus enam setengah-atom pada enam sisi kubusnya (8 1/8 + 6
1/2). Atom-atom atau inti ion bersentuhan satu sama lain sepanjang diagonal
sisi. Hubungan panjang sisi kristal FCC, a, dengan jari-jari atomnya, R,
ditunjukkan oleh persamaan berikut:
a
= 2R akar 2
Tiap atom dalam sel satuan FCC ini
dikelilingi oleh duabelas (12) atom tetangga, hal ini berlaku untuk setiap
atom, baik yang terletak pada titk sudut maupun atom dipusat sel satuan (lihat
Gambar 2a). Jumah atom tetangga yang mengelilingi setiap atom dalam struktur
kristal FCC yang nilainya sama untuk setiap atom disebut dengan bilangan
koordinasi (coordination number). Bilangan koordinasi struktur FCC adalah 12.
Faktor
tumpukan atom (atomic packing factor, APF) adalah fraksi volum dari sel satuan
yang ditempati oleh bola-bola padat, seperti ditunjukkan oleh persamaan
berikut:
APF = Volume atom dalam sel satuan / Volume sel satuan
B.
Body Centered Cubic (BCC)
Logam–logam dengan
struktur BCC mempunyai sebuah atom pada pusat kubus dan sebuah atom pada setiap
titik sudut kubus. Sel satuan BCC mempunyai dua (2) buah atom, yang diperoleh
dari jumlah delapan seperdelapan atom pada delapan titik sudutnya plus satu
atom pada pusat kubus (8 1/8 + 1). Atom-atom atau inti ion bersentuhan satu
sama lain sepanjang diagonal ruang. Hubungan panjang sisi kristal BCC, a, dengan jari-jari atomnya, R, diberikan sebagai berikut:
a = 4R/akar 3
Tiap atom dalam sel
satuan BCC ini dikelilingi oleh delapan (8) atom tetangga, sebagai akibatnya
bilangan koordinasi struktur BCC adalah 8. Karena struktur BCC mempunyai
bilangan koordinasi lebih kecil dibandingkan dengan bilangan koordinasi FCC,
maka faktor tumpukan atom struktur BCC, yang bernilai 0.68, adalah juga lebih
kecil dibandingkan dengan faktor tumpukan atom FCC.
C.
Hexagonal Closed Packed (HCP)
Struktur HCP banyak ditemukan pada kebanyakan
logam seperti berilium, seng, kobalt, titanium, magnesium, dan cadmium. Karena
jarak dari struktur lattice, baris-baris atom tidak dapat bergerak dengan
mudah, sehingga logam ini memiliki plastisitas dan keuletan yang lebih rendah
dari struktur kubik.
Senyawa
ionik dapat berada dalam fasa gas, cair dan padat. Secara umum, struktur
senyawa dalam fasa gas selalu lebih sederhana dibanding dalam fasa cair dan
fasa padat. Senyawa ionik dalam fasa gas terdiri dari pasangan-pasangan ion
misalnya NaCl, dalam fasa cair terdiri dari ion-ion positif dan ion-ion negatif
yang terusun secara acak tetapi ion negatif selalu dengan ion positif begitupun
sebaliknya. Senyawa ionik dalam fasa padat memiliki struktur kristal tertentu.
Kristal senyawa ionik terdiri dari kation-kation dan anion-anion yang tersusun
secara teratur, bergantian, dan berulang (periodik). Pola susunan yang teratur
dan berulang dari ion-ion yang terdapat dalam suatu kristal menghasilkan kisi
kristal dengan bentuk yang tertentu pula. Kristal ionik terbentuk karena adanya
gaya tarik antara ion bermuatan positif dan negatif. Umumnya, kristal ionik
memiliki titik leleh tinggi danhantaran listrik yang rendah.
Kristal ini mengandung senyawa ion
yaitu senyawa yang terbentuk oleh gaya tarik menarik antara partikel bermuatan
+ dan – . Setelah terjadinya serah terima elektron, gaya tarik ini sangat kuat
sehingga susah diputus. Oleh karena itu
kristal ionik, pada suhu kamar berwujud padat dan memiliki titik leleh dan
titik didih yang sangat tinggi. Senyawa ionik hanya bisa dengan mudah dipisahkan
(disosiasi) menjadi ion + dan – jika dimasukkanke dalam air. Bagian kutub positif
air akan mengelilingi ion (–) ,sedangkan kutub negatif air akan mnegelilingi
ion + senyawa ion. Hal ini mengakibatkan ion–ion senyawa ion dapat bergerak
bebas dalam larutan sehingga ia dapat menghantarkan arus listrik. Kisi kristal
senyawa ionik ada beberapa macam yaitu diantaranya kisi kristal natrium klorida
(NaCl),dan sesium klorida (CsCl) (Gaffar, 2019) .
A.
Natrium Klorida (NaCl)
Keelektronegatifan
atom Na dan Cl dalam skala Pauling adalah 0,93 dan 3,16. Perbedaan
keelektronegatifan kedua atom adalah 2,23. Jadi senyawa NaCl adalah senyawa
ionik yang terdiri dari ion Na+ dan ion Cl–.Kisi
kristal NaCl adalah kubus berpusat muka (Face Centered Cubic) seperti pada
gambar.
Susunan kubus berpusat
muka ditunjukan dengan adanya ion-ion Cl– pada pojok-pojok dan
dipusat muka kubus atau adanya ion-ion Na+ yang terdapat pada
pojok dan dipusat muka kubus. Jadi kristal ionik NaCl dapat dianggap terdiri
dari kisi kubus berpusat muka yang terdiri dari ion-ion Na+ dan kisi kubus
berpusat muka dari ion-ion Cl– yang saling menembus. Pada gambar di atas
setiap ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl– dengan geometri oktahedral
dan setiap ion Cl– dikelilingi oleh 6 ion Na+ dengan geometri
oktahedral. Jadi bilangan koordinasi ion Na+ dan ion Cl– yang
terdapat dalam NaCl adalah 6.
B.
Sesium
Klorida (CsCl)
Keelektronegatifan atom Cs dan Cl dalam skala Pauling adalah 0,79 dan 3,16. Perbedaan keelektronegatifan antara kedua atom tersebut adalah 2, 37. Dengan demikian CsCl merupakan senyawa ionik yang terdiri dari ion-ion Cs+ dan Cl–.
Keelektronegatifan atom Cs dan Cl dalam skala Pauling adalah 0,79 dan 3,16. Perbedaan keelektronegatifan antara kedua atom tersebut adalah 2, 37. Dengan demikian CsCl merupakan senyawa ionik yang terdiri dari ion-ion Cs+ dan Cl–.
Kisi
kristal dari sesium klorida adalah kubus sederhana atau kubus primitif
(primitive cubic) seperti pada gambar.
Kisi
kristal sesium klorida bukan kubus berpusat badan (Body Centerea cubic) karena
ion yang terdapat pada pusat kubus berbeda dengan ion yang terdapat pada
pojok-pojok kubis. Pada gambar setiap Cs+ dikelilingi oleh 8
ion Cl– dan setiap ion Cl– dikelilingi oleh 8
ion Cs+ dengan geometri kubus sederhana. Jadi bilangan
koordinasi ion Cl– dan Cs+ dalam CsCl adalah 8.
Variasi Ungkapan Struktur
Padatan
Banyak padatan anorganik
memiliki struktur 3-dimensi yang rumit.
Ilustrasi yang berbeda dari senyawa yang sama akan membantu kita
memahami struktur tersebut. Dalam hal
senyawa anorganik yang rumit, menggambarkan ikatan antar atom, seperti yang
digunakan dalam senyawa organik biasanya menyebabkan kebingungan. Anion dalam
kebanyakan oksida, sulfida atau halida logam membentuk tetrahedral atau
oktahedral di sekeliling kation logam.
Walaupun tidak terdapat ikatan antar
anion, strukturnya akan disederhanakan bila struktur diilustrasikan dengan
polihedra anion yang menggunakan bersama sudut, sisi atau muka. Dalam ilustrasi semacam ini,atom logam biasanya
diabaikan. Representasi polihedra jauh lebih mudah dipahami untuk struktur
molekul besar atau padatan yang dibentuk oleh tak hingga banyaknya atom. Namun,
representasi garis ikatan juga cocok untuk senyawa molekular (Mulyono, 2011) .
Daftar
Pustaka
Ahmad, D. 2018. Struktur
Kristal Logam. https://www.sridianti.com/struktur-kristal-logam.html.
(Diakses pada tanggal 16 September 2019).
Bifar. 2019. Ikatan Logam : Pengertian, Ciri, Sifat, Dan Proses Pembentukan Serta
Contohnya Lengkap. https://www.gurupendidikan.co.id/ikatan-logam/. (Diakses
pada tanggal 16 September 2019).
Edutafsi. 2017. Menganalisis Ukuran Jari - Jari Atom dan
Jari - Jari Ion Suatu Unsur. https://www.edutafsi.com/2017/10/menganalisis-ukuran-jari-jari-atom-dan-jari-jari-ion.html.
(Diakses pada tanggal 16 September 2019).
Gaffar, M. 2019.Kristal Ionik dan Kovalen. https://www.academia.edu/36493350/KRISTAL_IONIK_DAN_KOVALEN.
(Diakses pada tanggal 16 September 2019).
Mulyono, S. 2011. Variasi Ungkapan Struktur Padatan. http://sersan-mulyono.blogspot.com/2011/10/variasi-ungkapan-struktur-padatan.html.
(Diakses pada tanggal 16 September 2019).
Murjana, A. 2019. Jari Jari Atom –
Grafik, Tabel, Cara Mencari, Kecenderungan. https://rumusrumus.com/jari-jari-atom/. (Diakses pada tanggal 16
September 2019).

















niceee
ReplyDeleteSangat bagus, tlong di tambah lagi sumber - sumber buku. Lanjutkan terus
ReplyDeleteUwU
ReplyDeletegaya bahasanya baku tapi gampang dimengerti.... goodd
ReplyDeleteSangat brmanfaat
ReplyDeletebagusss pisan
ReplyDelete